Pages

Ratakan 728x90

Selasa, 30 Juni 2015

Cara Membuat Orgonite Standart

Kenapa Orgonite Standart? Hal ini karena orgonite saat ini umumnya mengacu pada tipe orgonite Don Croft yang berarti orgonite tesebut terdiri dari lapisan logam spiral, batuan jenis kristal dan insulasi resin, itu saja. Sedangkan orgonite yang beredar di Indonesia sudah menjadi barang yang “aneh-aneh” karena mengalami modifikasi oleh orgonite makernya.

Jika anda ingin mencoba membuat orgonite sediri? berikut caranya :

A. Bahan yang diperlukan :
1. Kristal quarsa
Batuan Kristal standart yang diperlukan adalah jenis Kuarsa. Sekarang sudah mulai susah mencari di sungai atau pun di gunung. Kalau ada punya, pecahan bentuk apapun bisa digunakan. Kristal dengan kekerasan 6,5 mohs lebih diutamakan karena berguna dalam proses elektrostriksi.
Cara untuk mengetahuinya adalah dengan menggores batuan kristal tersebut pada kaca. Jika kristal tersebut bisa melukai kaca, maka bisa digunakan. Kebanyakan batu bisa menggores kaca, tapi yang kita butuhkan adalah kristal.
Untuk keperluan standart pecahan kristal bentuk apapun bisa dipakai, namun jika anda ingin membuat orgonite tipe HHG atau teraphy, anda membutuhkan kristal yang memiliki ujung yang lancip sebagai terminal positif.
Bagi anda yang kesulitan mencari batuan kristal, bisa pesan pada saya secara langsung maupun teman-teman yang menyediakan stok batuan kuarsa.

2. Serutan logam spiral
Limbah bengkel bubut atau serbuk logam bekas bor berguna untuk membuat Orgonite (serbuk logam dengan ukuran kira-kira 1 cm yang berbentuk spiral . Serbuk yang terlalu halus (misalnya bekas kikir) atau yang terlalu kasar (misalnya baut dan mur) tidak bisa dipakai untuk membuat Orgonite. Semua logam (kuningan, tembaga, besi biasa, stainless dll) bisa dipakai tetapi banyak juga yang memakai serutan besi, kuningan dan aluminium

 

3. Resin fiberglass dan katalis

Resin adalah bahan kimia organik yang akan mengeras dan menyusut ketika bereaksi dengan udara. Dalam pembuatan orgonite resin dicampurkan dengan katalis (kira-kira 10%) agar proses pengerasannya bisa lebih cepat (saturasi). Tergantung dengan jenis resin yang akan anda pakai, pada jenis resin bening membutuhkan katalis 10% dari volume resin.

4. Cetakan dan cangkir

Sebaiknya memilih cetakan yang tahan panas karena resin akan menjadi panas selama proses saturasi. Yang sering dipakai adalah wadah polymer atau loyang kue dari seng untuk Orgonite yang kecil dan kertas yang berbentuk kerucut, kaca serta aluminium untuk Orgonite berbentuk kerucut atau piramid (HHG). Cetakan yang terbuat dari plastik tipis biasanya tidak akan tahan panas. Batang pengaduk bisa menggunakan lidi atau tusuk sate.

5. Lap untuk membersihkan tetesan dari tumpahan resin. Meja yang cukup besar dan datar untuk bekerja.

6. Koran untuk alas, untuk mencegah tumpahan resin ke lantai

7. Masker dan sarung tangan. Resin bersifat lengket, dan ketika dia bersaturasi di kulit rasanya panas dan gatal. Uap resin saat bersaturasi juga cukup berbahaya, sebaiknya memilih tempat yang berventilasi atau di ruangan terbuka yang tidak tertiup angin terlalu kencang

8. Olie atau pelicin berbahan minyak lainnya, agar orgonite yang sudah matang mudah dilepas.

B. Tahap pembuatan
 
  1. Siapkan cetakan kemudian olesi tipis dengan pelicin.
  2. Masukkan logam ke dalam cetakan
  3. Isikan beberapa kristal yang sudah dipilih.
  4. Tambahkan lagi logam untuk menutup kristal, sehingga kristal berada di bagian tengah orgonite.Kalau serbuk logam agak kasar, anda bisa menambahkan serbuk logam yang agak kecil sehingga tidak ada celah kosong logam yang dibiarkan. Baru menambahkan butiran kristal dan ditutup oleh logam lagi sampe dirasa cukup padat.
  5. Tuang resin secukupnya ke dalam cangkir dan tambahkan katalis kira-kira 10% dari jumlah resin, lalu aduk hingga merata. Jika anda menggunakan resin warna pink atau orange, anda hanya memerlukan katalis 3%, tapi jika anda menggunakan tipe resin yang bening, anda membutuhkan 10% katalis.
  6. Masukkan resin dalam adonan logam tadi, lalu tunggu proses saturasi selesai. Tergantung jenis resin, waktu yang dibutuhkan untuk menjadi matang bisa antara 1 sampai 12 jam. Lebih baik memilih resin yang memerlukan waktu yang cukup lama sebelum matang dari pada resin yang cepat matang.karena jika anda masih merasa bingung, takut dan ragu, resin tak akan keburu jadi kental sebelum anda selesai menuangnya .
  7. Ketika saturasi telah selesai, lepaskan dari cetakan. Inilah hasilnya …

Seharusnya orgonite yang sudah matang bisa dengan mudah dilepas dari cetakan karena sebelumnya anda telah memberi pelumas pada cetakan. Tapi jika orgonite yang sudah matang dirasa masih bandel dan kerasan di dalam wadah cetakan, anda bisa mencoba mendinginkannya dalam freezer selama 30 menit. Alternatif terakhir (jarang ada kejadian ini) jika masih saja bandel, bisa direbus dalam secukupnya asal orgonite dan cetakannya tenggelam dalam air. Itu adalah teknik melepas orgonite dari cetakan tanpa harus merusak wadahnya 

# Tips dalam meracik Orgonite :
  • Usahakan anda mendapatkan perbandingan volume Resin vs kepadatan logam mendekati 1:1. Jika jumlah resin yang dipakai dalam insulasi bisa sama dengan logam akan membuat orgonite lebih kuat menyerap EMR dibanding jika jumlah resin yang berlebihan.
  • Apabila serbuk logam terlalu halus, lebih baik mencampur logam dan resin dicangkir sebelum dimasukkan ke dalam mal/cetakan memakai sendok. Setiap resep campuran dalam pembuatan orgonite selalu berbeda dan anda harus berusaha sendiri sampai menemukan suatu cara untuk hasil yang lebih baik untuk anda.
  • Makin banyak variasi logam bisa jadi hasilnya lebih baik, karena kelemahan suatu logam akan segera tertutupi oleh keunggulan sifat logam lain. tapi variasi ukuran logam selalu menghasilkan serapan EMR yang lebih bagus dan lebih cepat, karena ukuran logam mewakili tiap frekuensi yang diserap. Makin banyak varian ukuran logam berarti makin banyak varian frekuensi yang diperbaiki dan dipancarkan ulang.
  • Makin padat komponen logam dan kristal dalam resin akan menyerap dan memancarkan energi yg lebih bagus.
  • Gunakan logam dengan nilai konduktor yang tinggi. Misalnya emas atau perak, tapi tembaga juga bisa berhasil bagus.
  • Orgonite dapat berfungsi tanpa kristal tetapi akan lebih bertenaga kalau anda mengisi batu Kristal. Untuk ‘TB’, anda hanya memerlukan kristal biasa tetapi untuk ‘HHG’ anda memerlukan kristal yang memiliki ujung lancip (‘single-terminated’ atau “dobel terminated”)
  • Saat membuat orgonite pastikan anda tidak terganggu, buat mood anda dalam keadaan tenang dan bahagia. Karena kristal akan merekam mood anda waktu itu dan ini akan mempengaruhi sifat vibrasi kristal
dan terjadilah apa yang terjadi..... selamat berkarya

Share this post
  • Share to Facebook
  • Share to Twitter
  • Share to Google+
  • Share to Stumble Upon
  • Share to Evernote
  • Share to Blogger
  • Share to Email
  • Share to Yahoo Messenger
  • More...

0 komentar

:) :-) :)) =)) :( :-( :(( :d :-d @-) :p :o :>) (o) [-( :-? (p) :-s (m) 8-) :-t :-b b-( :-# =p~ :-$ (b) (f) x-) (k) (h) (c) cheer

 
Posts RSSComments RSSBack to top
© 2011 Bengkel Pikiran ∙ Designed by BlogThietKe
Released under Creative Commons 3.0 CC BY-NC 3.0